Showing posts with label foreign. Show all posts
Showing posts with label foreign. Show all posts

Tuesday, 19 April 2011

Treasures are Found Just Around The Corner

Another Tuesday, another free day! kenapa bisa begitu? karena semester pendek ini saya masuk kelas cuma 3 hari, maka setiap hari selasa dan kamis saya libur deh, mehehehe.
Hari ini seharian saya dedikasikan buat beres2 kamar, sungguh niat yang mulia, niat yang ga akan jalan kalau misal kamar gue ga diserang semut2 laknat dari neraka! Jadi ceritanya tadi malem gue kelaperan, terus bikin indomi deh. Nah waktu bikin indomie ada yg nyecer beberapa, eeeeh paginya tuh ceceran udah diperkosa aja sama segerombolan semut.

singkat cerita, akhirnya kamar saya sekarang udah layak huni lagi. Selain melakukan genosida terhadap semut, tadi gue juga bersihin rak buku. Handout2 semester kemaren yg udah ga kepake dibuangin, kertas2 ga penting juga dibuangin, dan sembari saya membersihkan rak buku, saya juga menemukan harta karun!
ini dia harta karunnya:

kumpulan buku-buku lama yg gue punya!

ini nostalgik banget! buku-buku ini adalah saksi bisu sejarah yg gue kumpulin semenjak dateng ke Thailand sampe sekarang, ga gitu banyak sih, beberapa ada yg bawa dari indo, beberapa ada yg beli disini, mari kita lihat apa aja bukunya.


Nah ini kumpulan majalah tentang film dan juga musik. Dulu semasa masih kerja jadi penyiar tiap bulan baca Rolling Stone gratis di radio, ditumpukan itu juga ada Trax magazine, tapi kalo soal muatan isi sih jelas lebih menang Rolling Stone. Itu ada juga Ripple sama Across magazine, majalah tentang subculture lupa belinya di mana. Dan beberapa majalah sisanya adalah majalah tentang film. Buat Cinemags gue udah ngikutin majalah ini dari dulu, di jaman internet belom masuk desa majalah ini adalah pemuas dahaga tentang info-info film baru yang bakal nongol. Dibanding dengan majalah2 film selevelnya, majalah ini cukup oke kok.


nah kalo ini adalah kumpulan majalah tentang sneakers. Sebenernya lebih banyak lagi tapi beberapa kemaren gue bawa pulang ke indo. Soal konten sih masih lebih bagus Sneakerfreaker Magazine, tapi kenapa saya doyan koleksi ini? soalnya majalah ini gratis! bisa didapatkan secara cuma-cuma di tempat2 nongkrong semacem True Coffee dan warung2 yang jualan sneakers. Kekurangan dari majalah ini adalah, mereka nulis pake bahasa Thai, ya mana gue mudeng mereka ngomongin apa. Tapi majalah ini lumayan berguna karena mereka ngasih lihat model2 sneaker baru, harganya berapa, dan dimana kamu bisa dapetin sneaker itu di Thailand. If you see this kind of magazine in Thailand, don't hesitate to grab one.


nah kalo yg ini sih kumpulan majalah dan buku random yg gue punya. Itu yg judulnya Snuff belakangan lagi gue baca, salah satu novel bikinannya Chuck Palahniuk, author favorit gue. Ceritanya ada 1 bintang bokep yg mau mecahin rekor dunia dengan ML sama 600 orang, diantara 600 orang itu ada yg mau bunuh doi. Diceritain dari sudut pandang 4 karakter, satir, gelap, dan nggapleki khas Chuck Palahniuk, hahahaha. Itu ada juga majalah National Geographic versi Thailand, dapet gratisan sih. Freakonomics ini juga keren lho, ngomongin tentang perekonomian dari sudut pandang yg ga biasa, contohnya nih: apa yg menyebabkan bertambahnya kriminalitas? jawaban yg cukup nyeleneh dari buku ini adalah, karena banyak bayi lahir di lingkungan yang penuh dengan kemiskinan dan kekerasan. Jadi kesimpulannya: aborsi itu membantu menekan jumlah kriminalitas dan kemiskinan. Cara yg cukup cutting-edge, daripada ntar bayi itu tumbuh gede jadi kriminal, mending ga usah dilahirin sekalian di lingkungan yang salah. Btw, denger2 Freakonomics ini nanti mau dibikin versi filmnya lho, jadi penasaran kayak gimana filmnya.
Ada juga Benny and Mice beli jaman dulu waktu pulang indo. Dan ternyata.... gue punya juga lho majalah FRONT! Front magazine ini keluaran UK, err...majalah stensilan sih, gatau juga kenapa dulu gue beli kayak ginian, penasaran doang kayaknya, tapi lumayan bagus kok, serius deh, hahahahaha :P

seiring dengan makin canggihnya teknologi dan juga cepetnya akses internet, maka saya mulai jarang beli buku lagi. Kebanyakan bisa baca online atau tinggal download versi e-book, atau pdf filenya sih. Semacem komik2 Marvel kayak Civil War, What-If, Runaways, gitu saya ada lho di laptop. Komik2 jepang gitu juga tinggal download gampang pake domdomsoft. Tapi tetep aja feeling baca buku dan aroma kertas itu ga tergantikan oleh versi digital yang ada. Jadi pesan saya: kalo ga tertarik2 banget tentang konten suatu buku, download aja sih gpp. Tapi buat buku yang kamu beneran pengen, buat koleksi, memiliki value lebih, ga ada salahnya kalo kamu beli versi originalnya, harga yang kamu keluarkan setara kok dengan kepuasan yang kamu dapet. After all, satisfaction is not measured by how much money you spent, it measured by how much happiness you get.

Monday, 18 April 2011

La Horde & The Girl with the Dragon Tattoo

this post were originally made on Sunday, September 26, 2010 at 3:34pm

Final exam period! Definitely a good time to watch another good movies.


Belakangan gw nonton beberapa film, bukan film baru sih tapi cukup oke buat hiburan semasa ujian. Pertama gw mau nulis short review tentang La Horde, french gangster-zombie movie, tentang polisi lagi konflik sama gangster terus waktu lagi asyik2nya berantem tau2 ada wabah zombie, akhirnya 2 kubu yg berseteru ini harus kerjasama demi bertahan hidup. Lumayan oke sih, di film ini dihadirkan cara baru buat melawan zombie yg jarang ada di film2 lain: bare hands fight! Serius, survivor disini beneran berantem gitu sama zombie, pukul2an, dijedukin tembok, sampe dijatuhin kulkas. Some scene are fishy though, kayak zombie pertama yg nongol disini adalah pria yg ditembakin sama para gangster, ga tau kenapa eh tau2 doi jadi zombie gitu aja, kapan kegigitnya? Terus zombie2 disini juga habis nggigit mati korbannya ga cuma dihambur2in isi perutnya doang, tapi mayatnya dibawa ke suatu tempat, buat apa? buat dikumpulin bikin persediaan makanan! Cuman gw heran, para zombie disini masih idiot kayak teman2 sejenisnya di film lain, selain mereka bisa lari, bisa lihat dan denger korbannya, tapi buat bikin ransum makanan, wow, gw jadi mengira di film ini belum dilihatin ada Zombie Queen yg mengontrol para zombie, atau General Zombie di Dead Snow, atau half-zombie-overlord tipikal Kerrigan di StarCraft, hahaha.


Personally, kalo soal tension, film ini masih dibawah REC2 sih (REC2 emang bukan zombie, something much more evil than that, tapi gw suka panic effect yg dibangun di film ini, one of handheld-based-view horror movie that you MUST watch), buat soal zombie yg lari, 28 Weeks Later still creep you out, itung2 buat referensi film zombie boleh deh kalian tonton kalo lagi ga ada kerjaan, atau mungkin kebanyakan kerjaan tapi ga tau mau ngapain

emang sih di film ini Zombienya buanyaaaak


if you ever eat somebody put your hands uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuup!


and yes, zombie doesn't mess with a Nigerian

fuck yea :)



review kedua: The Girl with the Dragon Tattoo (Swedish: Män som hatar kvinnor)


film pertama dari Millenium Trilogy based on novel yg ditulis oleh Stieg Larsson. Jagoan di film ini ada 2, Mikael Blomkvist, seorang jurnalis yg kerja di majalah Millenium, dia terkena kasus pencemaran nama baik gara2 nulis tentang Wennerström, seorang corrupt Swedish industrialist. Disaat masa2 terpuruknya, tau2 aja dia dapet kerjaan dari milyuner bernama Henrik Vanger, menyelidiki tentang kasus ponakannya, Harriet, yg hilang mendadak 40 tahun yg lalu. Vanger family ini terdiri dari banyak orang serakah yg dicurigai oleh Henrik membunuh ponakannya yg paling di sayangi biar si Henrik crumble down. Si Mikael diberi kerjaan ini soalnya waktu kecil dia pernah main sama si Harriet, reputasi dia sebagai jurnalis juga udah mumpuni. Jagoan kedua di film ini adalah Lisbeth Salander, cewek bergaya eksentrik campuran goth-punk dengan tindik dimana2 dan tato naga gede di punggungnya. Dibalik gayanya yg nyleneh, dia ini sebenernya hacker dan researcher jenius yg punya ingatan fotografis! Pertama2, si Lisbeth menyelidiki Mikael gara2 dapet kerjaan dari bironya, tapi lama kemudian dia jadi tertarik sama kasus yg lagi ditangani Mikael dan akhirnya mereka berdua jadi partner.

Film ini ga cuma nyeritain tentang nyari keponakan Vanger yang hilang doang, tapi ternyata kasus hilangnya si Harriet itu nyrempet ke kasus2 pembunuhan yang lain juga sejarah gelap Vanger family. Isu sadistic ritual Nazi murders dan kekerasan seksual terhadap wanita juga diangkat disini.

Durasi film ini panjang juga sih, 2 jam 32 menit, tapi ini bukan tipikal film yang kalo kamu tonton lama2 bikin ngantuk dan plotnya ga jelas, alur disini dibangun dengan smooth, pengembangan karakter dan visual diperhatikan dengan bagus, contohnya waktu adegan peluru nyrempet kepala Mikael, disitu dilihatin rambut Mikael kepotong mbentuk alur peluru terus darah mengucur dari kepala, fresh blood! Karakter Lisbeth yg bermasalah juga digambarkan dengan sempurna, nih cewek ya, kalo digambar di kartun bakal kayak gini:

hampir sepanjang film dia ga pernah senyum!

padahal aslinya (Noomi Rapace) lumayan banget lhoooo


Lisbeth Salander ini tercipta gara2 sang penulis novel pernah mengalami trauma, sewaktu dia berumur 15 tahun dia pernah lihat seorang cewek di gang-rape tapi dia ga bisa nolong apa2, and yes, nama cewek itu adalah Lisbeth.

First movie of the trilogy cukup membuat gw terkesan, film kedua The Girl who Played with Fire sedang dalam proses download, dan film ketiga The Girl Who Kicked the Hornets' Nest sudah ada di dalem eksternal HD, another good movies to watch in another time.

notes: read the books, kayaknya sih di novel diceritain lebih detail daripada di filmnya :D

Friday, 5 March 2010

Haute Tension = Ugly Guy + No Mask + Bookcase + Chainsaw + Blood, Blood, Blood


ok, niatnya cuma buat selingan ngademin kepala disela-sela ujian, tapi 45 menit pertama nonton film ini tensinya tinggi mulu! (well, 22 menit pertama belum sih, cuman abis itu...)

Ini film prancis tahun 2003 bikinan Alexandre Aja (yg ntar tahun 2006 bakal bikin The Hills Have Eyes). Lumayan beda dari film slasher yg lain sih, disini killernya ga pake topeng! yang berarti: he is a total psycho.
Merujuk dari pengetahuan dasar tentang killer (or rapist in specific way), misalnya kamu mau diperkosa terus yg mau merkosa kamu pake topeng, paling nggak dia masih bakal mbiarin kamu hidup deh, makanya dia pake topeng biar identitasnya ga ketauan. Cuman kalo dia ga pake topeng, yaudah mending km mikir cara buat resist atau paling nggak kabur secepat mungkin, soalnya dia ga bakal segan2 buat habisin korbannya habis puas main2in kamu.

Melenceng dikit gakpapa, lanjut review! Jadi basicnya, film ini tentang 2 orang cewek, Marie dan Alex yang lagi main kerumah ortunya si Alex, niatnya mau belajar geto, soalnya rumah si Alex ini in the letaknya terpencil ditengah2 ladang jagung, ga ada tetangganya, mau masuk ke rumah aja jalannya nyungsep kecil gitu doang, pokoknya in the middle of nowhere deh. Udah pertama kenalan bla bla bla, ada adegan 'nakal'nya si Marie dikit dan..yea ini masih 22 menit pertama yg tadi saya bilang itu lho.
Nah masalahnya mulai dari sini ini, malem2 ga tau darimana ada truk jelek nongol di depan rumah, terus dari dalem truk keluar om2 gendut. Si om ngebell rumah jadinya bapaknya si Alex bangun deh mau bukain pintu, lagian malem2 gitu ngebell rumahnya kayak mencet tombol dingdong, ya jelas berisik lah. Ya udah bisa ditebak deh lanjutannya habis si bapak bukain pintu gimana :)
Disini ntar adegan sembunyi2annya si Marie oke juga, termasuk cerdas deh didalem situasi kritis yg biasanya orang cuma bakal ngasal sembunyi tanpa mikirin kondisi sekitar. Pokoknya setelah adegan rumah itu kelar dan darah muncrat kemana2, ternyata si Alex masih dibiarin hidup terus diangkut ke dalam truknya si pembunuh. Nah si Marie yang semi-lesbo (eh emang lesbo ding) mulai usaha menyelamatkan sahabat yang dicintainya tersebut. Berhasilkah Marie menyelamatkan Alex? Ya pokoknya gitu, nonton aja :P

Oke sekarang kita coba lihat mainan2 si pembunuh yg biasanya nongol di film slasher:
chainsaw : check! (udah pakem deh biasanya si pembunuh pegangannya kayak gini)
pisau: check!
shotgun ("boomstick!" ala Evil Dead): check! (nongol bentar doang)
kapak: check!
baseball stick + barbed wire: check!
plastik buat nyekek: check!
dan yang paling yahut...
LEMARI BUKU!
diapain lemari bukunya? ya makanya liat aja biar tau, pokoknya sick abis deh..

saya ga bakal komen banyak tentang ending film ini. Kesalahan saya sebelum nonton film ini adalah berusaha nebak2 endingnya yg dari banyak review dibilang untuk film kategori slasher termasuk "wow, anjrit! kok gitu sih!!! anjriiiiiiit! (terus nonton film ini lagi dari awal)". Ya emang sih, cuman gara2 lebih mikirin probabilitas ending yg bakal terjadi malah ga gitu menikmati ceritanya. Jadi paling asyik kalau nonton film ini itu emang disaat kamu lagi suntuk, sendirian malem2 mau belajar lagi males (jam 2 pagi sih kalo saya), ga usah mikir akhir filmnya, pokoknya just sit back and enjoy it's high tension!

Best quotes: vous ne pouvez pas échapper à moi, salopeeee!

Notes: cemilan ga gitu penting, mau ngunyah bentar pas tensinya lagi tinggi juga gak ketelen.

oh buat yg mau donlot!
http://www.megaupload.com/?d=KY9T3OAO
http://www.megaupload.com/?d=7CS2IUA0
http://www.megaupload.com/?d=8ANQP26Y
http://www.megaupload.com/?d=V1TVRUUJ
http://www.megaupload.com/?d=1CZ8ZHYZ
http://www.megaupload.com/?d=5VP5T489
http://www.megaupload.com/?d=QA7LLRAY
http://www.megaupload.com/?d=2M15KOLX

pass: maurio