Sunday, 12 June 2011
Between Alcohol and Cigarettes You'll Find Your Zen
Melogikakan Ekspektasi
And no regime can buy or sell me"
Wednesday, 27 April 2011
Pertanyaan sore hari: are you my friend?
bagaimana kamu respect terhadap keluarga, ada value tersendiri yang tak tergantikan oleh siapapun, dan untuk memasukkan seseorang sebagai anggota keluarga itu bukan Tuesday, 19 April 2011
Treasures are Found Just Around The Corner
kumpulan buku-buku lama yg gue punya!


Monday, 18 April 2011
La Horde & The Girl with the Dragon Tattoo
Final exam period! Definitely a good time to watch another good movies.
Belakangan gw nonton beberapa film, bukan film baru sih tapi cukup oke buat hiburan semasa ujian. Pertama gw mau nulis short review tentang La Horde, french gangster-zombie movie, tentang polisi lagi konflik sama gangster terus waktu lagi asyik2nya berantem tau2 ada wabah zombie, akhirnya 2 kubu yg berseteru ini harus kerjasama demi bertahan hidup. Lumayan oke sih, di film ini dihadirkan cara baru buat melawan zombie yg jarang ada di film2 lain: bare hands fight! Serius, survivor disini beneran berantem gitu sama zombie, pukul2an, dijedukin tembok, sampe dijatuhin kulkas. Some scene are fishy though, kayak zombie pertama yg nongol disini adalah pria yg ditembakin sama para gangster, ga tau kenapa eh tau2 doi jadi zombie gitu aja, kapan kegigitnya? Terus zombie2 disini juga habis nggigit mati korbannya ga cuma dihambur2in isi perutnya doang, tapi mayatnya dibawa ke suatu tempat, buat apa? buat dikumpulin bikin persediaan makanan! Cuman gw heran, para zombie disini masih idiot kayak teman2 sejenisnya di film lain, selain mereka bisa lari, bisa lihat dan denger korbannya, tapi buat bikin ransum makanan, wow, gw jadi mengira di film ini belum dilihatin ada Zombie Queen yg mengontrol para zombie, atau General Zombie di Dead Snow, atau half-zombie-overlord tipikal Kerrigan di StarCraft, hahaha.
Personally, kalo soal tension, film ini masih dibawah REC2 sih (REC2 emang bukan zombie, something much more evil than that, tapi gw suka panic effect yg dibangun di film ini, one of handheld-based-view horror movie that you MUST watch), buat soal zombie yg lari, 28 Weeks Later still creep you out, itung2 buat referensi film zombie boleh deh kalian tonton kalo lagi ga ada kerjaan, atau mungkin kebanyakan kerjaan tapi ga tau mau ngapain
emang sih di film ini Zombienya buanyaaaak
if you ever eat somebody put your hands uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuup!
and yes, zombie doesn't mess with a Nigerian
fuck yea :)
review kedua: The Girl with the Dragon Tattoo (Swedish: Män som hatar kvinnor)
film pertama dari Millenium Trilogy based on novel yg ditulis oleh Stieg Larsson. Jagoan di film ini ada 2, Mikael Blomkvist, seorang jurnalis yg kerja di majalah Millenium, dia terkena kasus pencemaran nama baik gara2 nulis tentang Wennerström, seorang corrupt Swedish industrialist. Disaat masa2 terpuruknya, tau2 aja dia dapet kerjaan dari milyuner bernama Henrik Vanger, menyelidiki tentang kasus ponakannya, Harriet, yg hilang mendadak 40 tahun yg lalu. Vanger family ini terdiri dari banyak orang serakah yg dicurigai oleh Henrik membunuh ponakannya yg paling di sayangi biar si Henrik crumble down. Si Mikael diberi kerjaan ini soalnya waktu kecil dia pernah main sama si Harriet, reputasi dia sebagai jurnalis juga udah mumpuni. Jagoan kedua di film ini adalah Lisbeth Salander, cewek bergaya eksentrik campuran goth-punk dengan tindik dimana2 dan tato naga gede di punggungnya. Dibalik gayanya yg nyleneh, dia ini sebenernya hacker dan researcher jenius yg punya ingatan fotografis! Pertama2, si Lisbeth menyelidiki Mikael gara2 dapet kerjaan dari bironya, tapi lama kemudian dia jadi tertarik sama kasus yg lagi ditangani Mikael dan akhirnya mereka berdua jadi partner.
Film ini ga cuma nyeritain tentang nyari keponakan Vanger yang hilang doang, tapi ternyata kasus hilangnya si Harriet itu nyrempet ke kasus2 pembunuhan yang lain juga sejarah gelap Vanger family. Isu sadistic ritual Nazi murders dan kekerasan seksual terhadap wanita juga diangkat disini.
Durasi film ini panjang juga sih, 2 jam 32 menit, tapi ini bukan tipikal film yang kalo kamu tonton lama2 bikin ngantuk dan plotnya ga jelas, alur disini dibangun dengan smooth, pengembangan karakter dan visual diperhatikan dengan bagus, contohnya waktu adegan peluru nyrempet kepala Mikael, disitu dilihatin rambut Mikael kepotong mbentuk alur peluru terus darah mengucur dari kepala, fresh blood! Karakter Lisbeth yg bermasalah juga digambarkan dengan sempurna, nih cewek ya, kalo digambar di kartun bakal kayak gini:
hampir sepanjang film dia ga pernah senyum!
padahal aslinya (Noomi Rapace) lumayan banget lhoooo
Lisbeth Salander ini tercipta gara2 sang penulis novel pernah mengalami trauma, sewaktu dia berumur 15 tahun dia pernah lihat seorang cewek di gang-rape tapi dia ga bisa nolong apa2, and yes, nama cewek itu adalah Lisbeth.
First movie of the trilogy cukup membuat gw terkesan, film kedua The Girl who Played with Fire sedang dalam proses download, dan film ketiga The Girl Who Kicked the Hornets' Nest sudah ada di dalem eksternal HD, another good movies to watch in another time.
notes: read the books, kayaknya sih di novel diceritain lebih detail daripada di filmnya :D
KICK-ASS
this post were originally made on Tuesday, July 13, 2010 at 3:17am

buat gw yg mengikuti komiknya dari chapter 1-8 book one (book two belom keluar kayaknya, cmiiw), ada beberapa alesan yg membuat gw agak kecewa:
mengharapkan scene seperti ini di film?
hell noooo! it's not Quentin Tarantino movie!
KICK-ASS' pathetic life?
well, he's not that pathetic actually..
dan yg ketiga gw ga tau mau masukin ke kategori mengecewakan atau malah memuaskan adalah...
jalan cerita yg beda dari komik.
good point soalnya gara2 ini gw jadi nggak sotoy udah tau kejadian berikutnya gara2 udah baca di komik, bad point..well..ya paham lah perasaan orang yg udah baca cerita aslinya di komik dan lihat ada perombakan di filmnya. Less gore emang, tapi tetep renyah dan lezat untuk dinikmati.
Buat storyline gw ga mau banyak komen deh, baca aja komiknya, atau kalo kamu lagi males gampangnya gw ceritain deh, ceritanya ada pemuda ordinary yg hidup cuma exist doang, autis dengan komputer dan imajinasi hormon remaja labil namanya Dave Lizewski. Dia superhero comic freak dan pada akhirnya memutuskan buat menjadi superhero wannabe dengan nama KICK ASS padahal dia ga punya skill berantem apa2, senjatanya aja cuma pentungan. His life mulai screwed up setelah dia ketemu sama superhero lain yg ternyata adalah the real vigilante bernama HIT GIRL dan BIG DADDY yg bertindak bagaikan Frank Castle a.k.a The Punisher yg hobi bunuhin mafia, and they love blood so freaking much. Singkat ceritanya gitu sih, cuman cerita di movienya ini udah diramahkan dengan kamu yg belom baca komiknya kok.
Oke, gw udah bahas tentang bad points film ini, sekarang tentang good points:
- Musik yang tepat di saat yang tepat adalah salah satu poin kuat yang bikin film ini adegan berantem semi-gorenya sangat nikmat buat dinikmati bahkan buat penonton yang ga gitu doyan lihat darah. Contoh simple, Omen - The Prodigy dipake buat adegan Kick-Ass berantem, Per Qualche Dollaro In Piu - Ennio Morricone dipake buat scene berantem Hit-Girl, bahkan An American Trilogy - Elvis Presley dipake buat adegan eksplosif yang sangat epic!
- Chloë Grace Moretz sebagai Hit Girl bener2 fascinating! Di satu sisi dia bagaikan reinkarnasi The Bride versi anak2, kejam, kalem, mematikan. Tapi di satu sisi dia bener2 lucu menggemaskan bagaikan Kirsten Dunst di Jumanji :P Pokoknya dia ini karakter favorit gw di film ini deh, see
tuh kan, cuma killer kaya gini ini nih yg bisa bikin kamu menyanyikan lagunya the smith "to die by your side, well the pleasure the privilige is mine" sebelum akhirnya kepalamu diledakkan.
sekarang aslinya dia masih 13 tahun, let's see 5 tahun lagi dia bakal jadi seranum apa, mehehehe
from cutey
to deadly
overall KICK-ASS bener2 film yang sangat menyenangkan ditonton sendirian atau bersama teman2 asal tidak bersama adik kecil yang mengharapkan cerita superhero jagoan kita semua (menilik kasus Watchmen) atau bersama kak Seto dari dinas perlindungan anak, karena Hit Girl memang nggak merokok dari balita tapi dia bisa membuat otak musuhnya berhamburan dengan tetap tersenyum manis :)
Dawn of The Dead
Banyak hal yang bikin saya ketawa2 sendiri sewaktu nonton film ini. Bukan ketawa gara2 filmnya norak, zombienya goblok, atau akting pemain yang dibuat lucu, tapi gara2 film ini asli keren banget.
Dimana lagi coba km bisa lihat zombie loncat kodok
zombie cina buntung, see the face? priceless
eh si doi ketembak deh
ada juga zombie hamil
sampai yang paling keren, ada cameo dari star wars
JABBA THE HUTT!
tuh kan rame, hahaha
eh tapi serius, ini film zombie yang asik buat ditonton. Thrillernya dapet, karakternya juga nggak berlebihan, alurnya enak buat dicerna, pokoknya porsinya pas deh.
Cerita film ini berpusat kepada sekumpulan orang yg selamat dari wabah zombie dan membuat benteng di dalem mall. Terus nanti jumlah survivor makin bertambah dan bergabung di gerombolan mereka. Cuman bantuan ga kunjung dateng dan mereka punya masalah2 yg harus mereka tangani sendiri sekaligus memikirkan gimana caranya menyelamatkan diri mereka dari wabah zombie.
Seperti kebanyakan karya George A. Romero yg lain, ga pernah diceritain kenapa tau2 ada wabah zombie, pokoknya asik aja ngelihat gimana para survivor itu bertahan hidup dengan pengeksekusian cerita yang berkelas dan tetap seru buat ditonton sampai akhir.
Oh iya, ending sebenernya dari film ini ada di sepanjang credit title terakhir lhoooo, jadi jangan buru2 dimatiin kalo udah kelar nonton :)
Best quotes: "When there is no more room in hell, the death will walk the earth"
Best actor: Chips!
reason? it's cute. enough said, hahaha