Monday, 18 April 2011

La Horde & The Girl with the Dragon Tattoo

this post were originally made on Sunday, September 26, 2010 at 3:34pm

Final exam period! Definitely a good time to watch another good movies.


Belakangan gw nonton beberapa film, bukan film baru sih tapi cukup oke buat hiburan semasa ujian. Pertama gw mau nulis short review tentang La Horde, french gangster-zombie movie, tentang polisi lagi konflik sama gangster terus waktu lagi asyik2nya berantem tau2 ada wabah zombie, akhirnya 2 kubu yg berseteru ini harus kerjasama demi bertahan hidup. Lumayan oke sih, di film ini dihadirkan cara baru buat melawan zombie yg jarang ada di film2 lain: bare hands fight! Serius, survivor disini beneran berantem gitu sama zombie, pukul2an, dijedukin tembok, sampe dijatuhin kulkas. Some scene are fishy though, kayak zombie pertama yg nongol disini adalah pria yg ditembakin sama para gangster, ga tau kenapa eh tau2 doi jadi zombie gitu aja, kapan kegigitnya? Terus zombie2 disini juga habis nggigit mati korbannya ga cuma dihambur2in isi perutnya doang, tapi mayatnya dibawa ke suatu tempat, buat apa? buat dikumpulin bikin persediaan makanan! Cuman gw heran, para zombie disini masih idiot kayak teman2 sejenisnya di film lain, selain mereka bisa lari, bisa lihat dan denger korbannya, tapi buat bikin ransum makanan, wow, gw jadi mengira di film ini belum dilihatin ada Zombie Queen yg mengontrol para zombie, atau General Zombie di Dead Snow, atau half-zombie-overlord tipikal Kerrigan di StarCraft, hahaha.


Personally, kalo soal tension, film ini masih dibawah REC2 sih (REC2 emang bukan zombie, something much more evil than that, tapi gw suka panic effect yg dibangun di film ini, one of handheld-based-view horror movie that you MUST watch), buat soal zombie yg lari, 28 Weeks Later still creep you out, itung2 buat referensi film zombie boleh deh kalian tonton kalo lagi ga ada kerjaan, atau mungkin kebanyakan kerjaan tapi ga tau mau ngapain

emang sih di film ini Zombienya buanyaaaak


if you ever eat somebody put your hands uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuup!


and yes, zombie doesn't mess with a Nigerian

fuck yea :)



review kedua: The Girl with the Dragon Tattoo (Swedish: Män som hatar kvinnor)


film pertama dari Millenium Trilogy based on novel yg ditulis oleh Stieg Larsson. Jagoan di film ini ada 2, Mikael Blomkvist, seorang jurnalis yg kerja di majalah Millenium, dia terkena kasus pencemaran nama baik gara2 nulis tentang Wennerström, seorang corrupt Swedish industrialist. Disaat masa2 terpuruknya, tau2 aja dia dapet kerjaan dari milyuner bernama Henrik Vanger, menyelidiki tentang kasus ponakannya, Harriet, yg hilang mendadak 40 tahun yg lalu. Vanger family ini terdiri dari banyak orang serakah yg dicurigai oleh Henrik membunuh ponakannya yg paling di sayangi biar si Henrik crumble down. Si Mikael diberi kerjaan ini soalnya waktu kecil dia pernah main sama si Harriet, reputasi dia sebagai jurnalis juga udah mumpuni. Jagoan kedua di film ini adalah Lisbeth Salander, cewek bergaya eksentrik campuran goth-punk dengan tindik dimana2 dan tato naga gede di punggungnya. Dibalik gayanya yg nyleneh, dia ini sebenernya hacker dan researcher jenius yg punya ingatan fotografis! Pertama2, si Lisbeth menyelidiki Mikael gara2 dapet kerjaan dari bironya, tapi lama kemudian dia jadi tertarik sama kasus yg lagi ditangani Mikael dan akhirnya mereka berdua jadi partner.

Film ini ga cuma nyeritain tentang nyari keponakan Vanger yang hilang doang, tapi ternyata kasus hilangnya si Harriet itu nyrempet ke kasus2 pembunuhan yang lain juga sejarah gelap Vanger family. Isu sadistic ritual Nazi murders dan kekerasan seksual terhadap wanita juga diangkat disini.

Durasi film ini panjang juga sih, 2 jam 32 menit, tapi ini bukan tipikal film yang kalo kamu tonton lama2 bikin ngantuk dan plotnya ga jelas, alur disini dibangun dengan smooth, pengembangan karakter dan visual diperhatikan dengan bagus, contohnya waktu adegan peluru nyrempet kepala Mikael, disitu dilihatin rambut Mikael kepotong mbentuk alur peluru terus darah mengucur dari kepala, fresh blood! Karakter Lisbeth yg bermasalah juga digambarkan dengan sempurna, nih cewek ya, kalo digambar di kartun bakal kayak gini:

hampir sepanjang film dia ga pernah senyum!

padahal aslinya (Noomi Rapace) lumayan banget lhoooo


Lisbeth Salander ini tercipta gara2 sang penulis novel pernah mengalami trauma, sewaktu dia berumur 15 tahun dia pernah lihat seorang cewek di gang-rape tapi dia ga bisa nolong apa2, and yes, nama cewek itu adalah Lisbeth.

First movie of the trilogy cukup membuat gw terkesan, film kedua The Girl who Played with Fire sedang dalam proses download, dan film ketiga The Girl Who Kicked the Hornets' Nest sudah ada di dalem eksternal HD, another good movies to watch in another time.

notes: read the books, kayaknya sih di novel diceritain lebih detail daripada di filmnya :D

No comments:

Post a Comment